AMBON - BERITA MALUKU. Maraknya dugaan praktik pengeboman ikan kembali mengguncang wilayah Wetar Barat dan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya. Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, angkat suara menyoroti aktivitas penangkapan ikan ilegal yang dinilai semakin meresahkan masyarakat pesisir.
Anos mengungkapkan, indikasi destructive fishing itu terdeteksi di perairan Karbubu dan Klishatu. Bahkan, sebuah video yang beredar luas diduga direkam di wilayah Arwala, Wetar Timur, dan memperlihatkan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Menurutnya, praktik pengeboman ikan bukanlah peristiwa baru di kawasan tersebut. Aksi serupa disebut sudah berulang kali terjadi dan diduga melibatkan nelayan dari luar daerah, khususnya yang berasal dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini dinilai memperparah tekanan terhadap nelayan lokal.
“Ini bukan kejadian pertama. Sudah sering terjadi dan sangat mengganggu rasa aman masyarakat. Dampaknya bukan hanya merugikan nelayan setempat, tetapi juga menghancurkan ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup warga,” kata Anos kepada wartawan, kemarin.
Ia mendesak Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura untuk memperkuat dukungan sarana dan prasarana bagi Polsek serta Koramil di wilayah Wetar. Penambahan personel dan fasilitas pendukung dinilai mendesak mengingat luasnya wilayah perairan yang harus diawasi.
Anos juga menyinggung keterbatasan jumlah aparat di tingkat Polsek dan Koramil yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengawasan laut, terutama karena wilayah Wetar berbatasan langsung dengan daerah lain.
Sebagai penutup, politisi Partai Golkar Maluku itu berharap aparat penegak hukum meningkatkan intensitas patroli laut dan bertindak tegas terhadap pelaku pengeboman ikan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir Wetar.
