AMBON - BERITA MALUKU. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Endang Diponegoro menaruhkan jabatannya, jika 80 persen putra-putri asli Maluku tidak direkrut dalam operasi Blok Masela.
"Tadi malam saya dipanggil Gubernur, saya katakan saya jaminannya, taruhan jabatan saya. Apabila saya tidak berhasil Blok Masela Gantung saya," tegas Endang kepada awak media, Rabu (10/2/2021).
Dikatakan, tenaga kerja yang akan direkrut di Blok Masela nantinya bisa mencapai 30-40 ribu tenaga kerja, untuk semua jurusan, kecuali 20 persen tenaga kerja dari luar untuk tenaga ahli.
"Minggu lalu saya rapat koordinasi dengan beberapa instansi, sehingga ada yang usul kita bisa TO, tapi saya tidak mau TO, tapi saya berusaha rekrut dari putra asli Maluku, kecuali 20 persen dikembalikan ke Marsela Group," ujarnya.
Menyikapi hal itu, dirinya sudah berkoordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Ambon untuk persiapan tenaga kerja.
Upaya ini dilakukan, agar pada saat Blok Masela yang direncanakan beroperasi 2025 mendatang didominasi tenaga kerja dari Maluku.
"Kita sadari dulu, kita di Maluku baru ada Blok Masela Migas, kalau pertambangan umum banyak. Makanya 20 persen diberikan kesempatan untuk tenaga kerja dari luar," ucapnya.
Ia mengakui, beberapa tahun lalu telah dikirim putra-putri Maluku untuk melanjutkan studi di Institusi Teknologi Bandung (ITB), namun tidak sesuai jurusan di Blok Masela.
"Beberapa tahun lalu kita kirim putra-putri Maluku di Bandung Geologi, tapi yang ini salah jurusan, seharusnya Migas. Sehingga waktu datang pak Gub panggil saya, saya katakan maaf, karena lulusan itu tidak otomatis dikerjakan di Blok Masela, karena mereka geologi, tapi seharusnya migas," ucapnya.
Ditanya apakah salah jurusan, kata dia sebetulnya tidak juga, karena tambang mempunyai cakupan luas, emas, nikel dan sebagainya, namun spesifikasi berbeda.
"Prinsipnya kami siap untuk tenaga kerja Blok Masel," tandasnya.